Kasus dugaan penganiayaan balita di Daycare Little Aresha Jogja memicu keprihatinan mendalam di tengah masyarakat. Polresta Yogyakarta secara resmi telah menyegel tempat penitipan anak tersebut pada Jumat, 24 April 2026. Tindakan tegas ini merupakan buntut dari laporan masyarakat yang langsung ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.
Deretan Fakta Kasus Daycare Little Aresha Jogja
Publik dibuat terkejut dengan berbagai temuan baru terkait insiden kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur ini. Oleh karena itu, kepolisian bersama instansi terkait terus mengumpulkan data valid di lapangan. Berikut adalah sederet fakta penting yang berhasil dihimpun dari hasil penyelidikan.
1. Beroperasi Tanpa Izin Resmi
Fakta mengejutkan pertama diungkap oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Kota Yogyakarta. Kepala DP3AP2, Retnaningtyas, memastikan bahwa lembaga pendidikan tersebut sama sekali tidak memiliki izin operasional. Hal ini sangat ironis mengingat tempat tersebut menampung bayi sejak usia dua bulan.
2. Terbongkar Berkat Mantan Pengasuh
Skandal mengerikan di Daycare Little Aresha Jogja ini terkuak berkat nurani dan keberanian seorang mantan pengasuh. Saksi mata tersebut merasa tidak tahan melihat kekerasan yang terjadi secara berulang, lalu memutuskan untuk mengundurkan diri. Setelah itu, ia mengambil langkah tegas dengan melapor ke KPAID Kota Yogyakarta pada Senin, 20 April 2026.
3. Polisi Pergoki Langsung Aksi Kekerasan
Laporan aduan tersebut segera ditindaklanjuti oleh Unit PPA Polresta Yogyakarta melalui operasi penggerebekan. Menurut Brigadir Reno Tanzil, petugas Satreskrim memergoki langsung peristiwa penyiksaan yang sangat tidak pantas saat tiba di lokasi. Oleh karena itu, polisi langsung menyegel tempat tersebut untuk mengamankan tempat kejadian perkara.
4. Kaki Balita Diikat dan Pulang Lebam
Setelah kasus ini mencuat, para orang tua korban mulai berani bersuara di berbagai platform media sosial. Beberapa anak dilaporkan sering pulang dengan luka bekas cubitan, lebam, hingga kepala benjol tanpa penjelasan logis dari pengasuh. Selain itu, beredar pula bukti visual yang menunjukkan dugaan kaki balita sengaja diikat agar tidak bisa bergerak aktif.
5. Aturan Larang Orang Tua Masuk
Selama ini, pihak pengelola selalu menerapkan aturan ketat yang melarang orang tua masuk ke area dalam sekolah. Aturan sepihak ini diduga kuat menjadi tameng untuk menutupi praktik kekerasan yang terjadi di dalam ruangan. Namun, kedok tersebut akhirnya terbongkar berkat laporan dari orang dalam.
6. Upaya Hilangkan Jejak Digital
Sebelum kasus ini viral, tempat ini dikenal memiliki reputasi sangat baik dan menjual program kurikulum inovatif. Akan tetapi, begitu skandal penganiayaan ini tercium publik, pihak pengelola diduga berupaya lari dari tanggung jawab. Terpantau bahwa akun Instagram resmi dan rentetan ulasan buruk di Google Maps telah dihapus secara mendadak.
7. Investigasi Masih Terus Berlanjut
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan investigasi mendalam terkait skandal kelam di Daycare Little Aresha Jogja. Penyelidik tengah memeriksa secara intensif para pemilik, pengasuh, dan meminta keterangan dari orang tua korban. Sementara itu, publik diimbau untuk bersabar menunggu hasil akhir penyelidikan dan penetapan status tersangka.









