Realisasi angka kedatangan pelancong ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada libur akhir tahun ini tercatat meleset jauh dari prediksi awal. Sempat diproyeksikan akan diserbu hingga 7 juta orang, data resmi Dinas Pariwisata (Dispar) DIY menunjukkan total kunjungan wisatawan Nataru hanya menyentuh angka 1,9 juta.
Angka tepatnya berada di 1.907.741 pengunjung. Data ini dihimpun selama periode puncak liburan, yakni mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Capaian ini menjadi sorotan karena selisih angka yang cukup lebar antara ekspektasi dan realita di lapangan.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menyampaikan data tersebut merupakan laporan sementara yang masuk dari dinas pariwisata kabupaten dan kota.
“Berdasarkan laporan dari Dispar Kabupaten/Kota tanggal 20 Desember sampai 2 Januari, pergerakan wisatawan 1.907.741 pengunjung,” jelas Imam.
Distribusi Wisatawan di Tengah Penurunan Target
Meskipun secara akumulasi kunjungan wisatawan Nataru tidak memenuhi target 7 juta, sejumlah destinasi unggulan tetap dipadati pengunjung. Berdasarkan data rekapitulasi, kawasan pantai di selatan Yogyakarta masih menjadi magnet utama.
Dispar DIY mencatat, untuk gabungan wilayah Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul, Pantai Baron dan Watu Lumbung menjadi destinasi terpadat dengan 178.274 wisatawan. Sementara itu, Pantai Parangtritis dan Pantai Depok menyusul di posisi kedua dengan 106.270 pengunjung.
Tidak hanya wisata alam, destinasi buatan seperti Gembira Loka Zoo juga masih diminati dengan capaian 97.729 pengunjung. Kendati demikian, angka-angka parsial ini belum cukup kuat mendongkrak total kunjungan untuk mendekati angka prediksi awal. Gap yang besar antara prediksi 7 juta dan realisasi 1,9 juta ini tentu menjadi catatan evaluasi tersendiri bagi pemangku kebijakan pariwisata di DIY dalam memetakan strategi liburan mendatang.








