Tingkat inklusi keuangan DIY sukses menembus angka 98,74 persen pada tahun 2026. Capaian ini menempatkan Yogyakarta di peringkat kedua tertinggi secara nasional. Data tersebut merujuk pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026.

Sementara itu, tingkat literasi keuangan masyarakat Jogja tercatat mencapai 76,44 persen. Angka ini menempatkan DIY di peringkat ketujuh secara nasional. Singkatnya, kedua capaian tersebut melampaui rata-rata nasional berkat sinergi berbagai pihak.

Selanjutnya, Kepala OJK DIY Eko Yunianto memaparkan langsung data terbaru ini di Yogyakarta. Momen itu berlangsung dalam Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 pada Minggu (18/10/2026). Selain itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X turut hadir di Monumen Serangan Umum 1 Maret.

Akses Keuangan DIY Luas, Warga Diminta Waspada Digital

Tingginya inklusi keuangan DIY membuktikan bahwa akses layanan finansial warga kini semakin merata. Namun, perluasan akses ini harus berjalan seiring dengan pemahaman masyarakat yang matang. Dengan demikian, warga mampu memanfaatkan produk keuangan secara aman dan bijak.

Di sisi lain, pesatnya teknologi digital saat ini turut memicu risiko penipuan keuangan. Oleh karena itu, Eko mengingatkan warga agar selalu waspada terhadap tawaran investasi mencurigakan.

“Masyarakat harus selalu menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis,” tegas Eko kepada warga. Prinsip ini wajib warga terapkan sebelum memakai produk atau layanan jasa keuangan.

Pesan Sri Sultan: Pegang Prinsip Gemi, Nastiti, Ngati-ati

Senada dengan hal itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X turut memberikan pesan penting. Menurutnya, keberhasilan inklusi keuangan DIY tidak hanya diukur dari luasnya akses perbankan semata. Sebaliknya, keberhasilan itu juga terlihat dari kecakapan warga dalam mengatur keuangan keluarga.

Oleh sebab itu, Sri Sultan mengajak warga Yogyakarta memegang teguh filosofi budaya lokal. Nilai luhur tersebut sangat relevan untuk menjaga kemandirian ekonomi warga sehari-hari.

“Masyarakat perlu memegang nilai Gemi, Nastiti, Ngati-ati dalam mengelola keuangan,” ujar Sri Sultan. Artinya, warga harus bijak memakai penghasilan, cermat mengambil keputusan, dan waspada terhadap risiko. Selanjutnya, nilai tersebut akan menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua FKIJK DIY Santoso Rohmad menyatakan dukungan penuh dari industri jasa keuangan. Pihaknya siap memperkuat kolaborasi bersama OJK dan pemerintah daerah di Yogyakarta. Hasilnya, masyarakat luas dapat mengakses layanan keuangan secara lebih mudah dan aman.

Fakta Capaian Bulan Inklusi Keuangan DIY 2026

Rangkaian BIK 2026 di Yogyakarta telah bergulir sejak bulan September lalu. Selama periode tersebut, 55 Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) mencatatkan kinerja penyaluran dana yang impresif. Tercatat, total penyaluran kredit dan pembiayaan sukses mencapai Rp1,5 triliun kepada 18.637 debitur.

Bahkan, sebesar Rp296 miliar dari dana itu mengalir ke 3.079 pelaku UMKM lokal. Selain itu, kalangan pelajar turut membuka 694.565 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) baru. Di samping itu, tercatat pula pembukaan 1.236 rekening tabungan emas dan 1.200 rekening Laku Pandai.

Selanjutnya, minat investasi warga di sektor pasar modal juga tumbuh sangat positif. Rangkaian BIK 2026 mencatat penambahan 1.740 investor saham dan 733 investor reksa dana baru. Tak hanya itu, sebanyak 727 investor melakukan transaksi obligasi senilai total Rp117 miliar.

Sementara itu, sektor perasuransian di Jogja sukses menerbitkan 2.776 polis asuransi baru. Dari sisi edukasi, industri keuangan telah menggelar 799 kegiatan Bank Goes to School. Kegiatan literasi tersebut berhasil menjangkau 14.129 pelajar di berbagai sekolah se-DIY.

Ke depan, OJK akan terus mengawal penguatan inklusi keuangan DIY bersama TPAKD dan pemangku kepentingan. Oleh karena itu, kolaborasi bersama komunitas, kampus, hingga media massa akan terus diperluas. Pada akhirnya, langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Jogja yang inklusif.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.