Satu unit rumah milik seorang pensiunan di Dusun Bongos II, Rt.04, Gadingsari, Sanden, Kabupaten Bantul dilaporkan mengalami musibah kebakaran hebat. Peristiwa kebakaran rumah di Bantul ini terjadi pada Minggu malam, 3 Mei 2026, sekitar pukul 21.30 WIB saat pemilik rumah sedang beristirahat.

Kejadian bermula ketika saksi Sita Sari Nurhayati (44) selesai melaksanakan ibadah shalat Isya di kediamannya. Secara mendadak, ia mendengar teriakan minta tolong dari arah kamar tidur yang dihuni oleh anaknya.

Kronologi Penyebab Kebakaran Rumah di Bantul

Saat saksi melakukan pengecekan ke dalam kamar, api sudah terlihat membakar kasur dan mulai menjalar ke area sekitarnya. Kobaran api dengan cepat merambat ke arah almari pakaian serta tumpukan kertas yang berada di dalam ruangan tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi lain di lokasi, kebakaran rumah di Bantul ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas anak berinisial MR yang merupakan anak berkebutuhan khusus. Anak tersebut diduga sedang bermain korek api di dalam kamar tanpa pengawasan hingga memicu percikan api pada kasur.

Warga sekitar yang mendengar teriakan saksi segera berdatangan untuk memberikan pertolongan pertama dengan alat seadanya. Selain itu, petugas piket fungsi Polsek Sanden bersama personel BPBD Kabupaten Bantul langsung meluncur ke lokasi untuk memadamkan sisa api.

Dampak Kerugian Materiil dan Status Terkini

Meskipun api sempat membesar, koordinasi cepat antara warga dan petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah api merembet ke bangunan lain. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa yang mengejutkan warga Dusun Bongos II ini.

Namun demikian, korban atas nama Drs. H. Djauhari (80) harus menelan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp50.000.000. Saat ini, kondisi di lokasi kejadian kebakaran rumah di Bantul telah dinyatakan aman dan kondusif oleh petugas kepolisian.

Oleh karena itu, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan menjauhkan benda berbahaya seperti korek api dari jangkauan anak-anak. Hal ini penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.