Yogyakarta kembali mencatat kabar sangat membanggakan. Inklusi keuangan DIY sukses tembus 98,74 persen. Kabar ini hadir menjelang acara Rakornas TPAKD 2026.

Capaian gemilang ini membawa DIY naik peringkat. Jogja kini meraih posisi kedua secara nasional. Hasil ini merujuk pada survei SNLIK tahun 2026.

Kepala OJK DIY, Eko Yunianto, menyampaikan kabar ini. Pengumuman berlangsung pada Puncak Bulan Inklusi Keuangan 2026. Acara digelar di Monumen Serangan Umum 1 Maret. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X,turut hadir.

Literasi Keuangan Lampaui Rata-rata Nasional

Sektor keuangan Jogja menunjukkan hasil luar biasa. Tingkat literasi warga DIY juga sangat baik. Angkanya kini sudah mencapai 76,44 persen.

Jogja pun menempati peringkat ketujuh tingkat nasional. “Kedua capaian ini di atas rata-rata,” ucap Eko. Hasil ini berkat sinergi kuat banyak pihak. Pemda, OJK, dan industri keuangan terus bekerja sama.

Namun, masyarakat Jogja tidak boleh cepat puas. Akses yang luas harus seimbang dengan pemahaman. OJK meminta warga bijak memakai layanan keuangan.

Warga juga wajib waspada setiap saat. Risiko penipuan digital kini makin marak. OJK mengimbau warga agar selalu berhati-hati.

Gunakan selalu prinsip 2L sebelum berinvestasi. Prinsip tersebut adalah Legal dan Logis.

Pesan Sri Sultan untuk Warga

Gubernur DIY memberi pesan yang sangat mendalam. Inklusi tinggi bukan sekadar soal mudahnya akses. Warga harus mampu mengelola uang dengan baik.

“Masyarakat perlu memegang nilai Gemi, Nastiti, Ngati-ati,” ujarnya. Nilai ini berarti bijak memakai penghasilan. Warga harus cermat saat mengambil keputusan.

Selain itu, kita wajib waspada pada risiko. Sri Sultan berharap ekonomi warga makin kuat. Masyarakat Jogja harus bisa mandiri secara finansial.

Dukungan dari pelaku usaha juga mengalir deras. Ketua FKIJK DIY, Santoso Rohmad, siap membantu. Pihaknya mendukung penuh program peningkatan literasi warga.

Kredit Triliunan dan Rekening Baru

Program Bulan Inklusi Keuangan di Jogja sangat sukses. Berbagai edukasi digelar sejak bulan September lalu. Acara menyasar pelajar hingga pelaku usaha UMKM.

Aktivitas ekonomi Jogja bergerak sangat masif. Penyaluran kredit tembus angka Rp1,5 triliun. Dana ini tersalurkan kepada 18.637 debitur.

Sektor UMKM juga mendapat porsi yang besar. Ada 3.079 pelaku UMKM menerima kucuran dana. Total dana untuk UMKM mencapai Rp296 miliar.

Pembukaan rekening baru juga melonjak sangat tajam. Ada pembukaan 694.565 rekening simpanan pelajar. Warga juga membuka 1.236 tabungan emas baru.

Sektor pasar modal ikut tumbuh dengan pesat. Ribuan investor saham baru tercatat masuk. Transaksi obligasi juga bernilai ratusan miliar.

Ke depan, OJK DIY siap terus berkolaborasi. Tujuannya agar ekonomi Jogja makin inklusif. Warga pun bisa merasakan manfaat yang nyata.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.