Musik Sonobudoyo menghadirkan ruang ekspresi bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kreativitas melalui pertunjukan seni. Program Museum Sonobudoyo ini melibatkan pelajar dari berbagai sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Salah satu rangkaian kegiatan berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) malam dengan menampilkan siswa SMA Negeri 7 Yogyakarta. Acara berlangsung pukul 19.30–22.00 WIB dengan menyuguhkan pertunjukan musik, tari, dan paduan suara.

Siswa SMA Negeri 7 Yogyakarta Tampilkan Beragam Kesenian

Kegiatan malam itu dibuka dengan sambutan Agustinus Wisnu Kristiyanto, S.Ant., M.A., selaku Kepala Seksi Koleksi, Konservasi, dan Dokumentasi Museum Sonobudoyo.

Setelah pembukaan, Aisha Dama Candrika dari Club Seni Seveners membawakan penampilan solo song. Acara kemudian berlanjut dengan pertunjukan tari, paduan suara, dan empat penampilan band dari siswa SMA Negeri 7 Yogyakarta.

Para penonton turut meramaikan pertunjukan malam tersebut. Sejumlah anak muda hadir untuk mendukung teman-teman mereka yang tampil di atas panggung. Selain itu, orang tua dan guru juga datang untuk menyaksikan penampilan para siswa.

Kehadiran berbagai kalangan tersebut menambah semarak acara sekaligus memperlihatkan dukungan terhadap kreativitas pelajar.

Musik Sonobudoyo Buka Ruang bagi Kreativitas Pelajar

Musik Sonobudoyo menjadi salah satu upaya Museum Sonobudoyo untuk memberikan ruang bagi pelajar dalam mengembangkan potensi seni. Program ini tidak hanya berfokus pada penampilan band, tetapi juga mencakup berbagai bidang kesenian.

Pelajar dapat menunjukkan kemampuan melalui tari, paduan suara, puisi, teater, dan pertunjukan seni lainnya. Dengan begitu, setiap sekolah memiliki kesempatan untuk menampilkan kreativitas sesuai bidang yang mereka kembangkan.

Khusus untuk penampilan band, peserta wajib membawakan satu lagu daerah sebagai bagian dari pertunjukan. Ketentuan ini memberi kesempatan kepada pelajar untuk menunjukkan kemampuan bermusik sekaligus memperkenalkan lagu daerah kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, pelajar memperoleh ruang untuk berkarya dan tampil di hadapan publik. Mereka juga dapat memperkenalkan potensi seni yang berkembang di lingkungan sekolah masing-masing.

Foto / Amara Khasanah

Museum Sonobudoyo Ingin Lebih Dekat dengan Generasi Muda

Kepala Seksi Bimbingan Informasi dan Preparasi Museum Sonobudoyo, Wismarini, S.E., M.Hum., menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme para pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Kesan saya sangat bangga, sangat berbesar hati, karena disambut oleh anak-anak sekolah SMA, khususnya dengan bermacam karya kreativitas mereka. Jadi, kita di sini yang memberikan wadah jadi lebih bersemangat,” ujar Wismarini.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya museum untuk membangun kedekatan dengan generasi muda. Museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat edukasi dan penelitian, tetapi juga dapat menghadirkan pengalaman rekreasi melalui kegiatan yang sesuai dengan minat pengunjung.

Melalui program seperti Musik Sonobudoyo, museum memiliki kesempatan untuk menjangkau kalangan yang lebih luas. Kegiatan seni juga dapat mempertemukan edukasi budaya dengan aktivitas kreatif yang dekat dengan kehidupan pelajar.

Sejumlah Sekolah Terlibat dalam Musik Sonobudoyo

Program Musik Sonobudoyo melibatkan sejumlah sekolah yang memperoleh jadwal penampilan masing-masing. Berdasarkan informasi kegiatan, sekolah yang tercatat dalam rangkaian program ini meliputi SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, SMA Negeri 1 Godean, SMA Negeri 6 Yogyakarta, SMK Negeri 2 Kasihan, dan SMA Negeri 1 Sewon.

Selain itu, terdapat SMA Negeri 10 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, SMA Negeri 7 Yogyakarta, STECE, dan SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta.

Keterlibatan berbagai sekolah tersebut membuka kesempatan bagi pelajar untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat. Program ini sekaligus menjadi ruang pertemuan bagi siswa dari berbagai lingkungan pendidikan melalui kegiatan seni.

Wismarini berharap Musik Sonobudoyo dapat terus berlangsung dan menjangkau lebih banyak kalangan pendidikan pada masa mendatang.

“Harapannya, untuk tahun selanjutnya ini akan berjalan terus dan semoga bisa merambah sampai ke tingkat perguruan tinggi, tidak hanya di sekolah SMA ataupun SMP,” ungkapnya.

Ke depan, keberlanjutan Musik Sonobudoyo diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan seni. Dengan demikian, Museum Sonobudoyo dapat terus menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk berkarya sekaligus mengenal museum melalui pengalaman yang lebih dekat dengan keseharian mereka.

Penulis: Amara KhasanahEditor: Iqbal Syahrizal

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.