Warga Padukuhan Pojok Tiyasan, Condongcatur, Depok, dikejutkan oleh insiden penemuan mayat di Sleman pada Minggu (12/4/2026). Korban berinisial ALB (29), seorang mahasiswa asal Kudus, ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Honda BRV berwarna hijau mutiara.
Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 WIB saat warga sedang melaksanakan kegiatan gotong royong di area Balai Dusun. Saksi yang hendak mengambil pasir mencurigai kendaraan yang terparkir lama tersebut. Oleh karena itu, warga inisiatif mengecek kondisi di dalam kabin mobil dan menemukan jasad korban.
Korban Dilaporkan Hilang Sejak Maret
Berdasarkan hasil identifikasi dari kasus penemuan mayat di Sleman ini, korban ditemukan dalam posisi duduk di belakang kemudi dengan mengenakan kaos hitam dan celana abu-abu. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa mobil tersebut diketahui oleh warga sekitar sudah terparkir di lokasi selama kurang lebih satu bulan penuh.
Sementara itu, pihak keluarga memberikan keterangan bahwa ALB telah meninggalkan rumah saudaranya di Condongcatur sejak Kamis (5/3/2026) pagi. Sejak saat itu, korban tidak pernah kembali ke rumah. Namun, nomor telepon yang biasa digunakan juga tidak dapat dihubungi sama sekali oleh pihak keluarga.
Hasil Pemeriksaan Medis dan Olah TKP
Tim Inafis dan Forensik RS Bhayangkara Polda DIY menyatakan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Kematian ALB diperkirakan telah terjadi sekitar 15 hingga 37 hari yang lalu, mengingat kondisi jenazah saat pertama kali ditemukan.
Petugas menduga kuat penyebab kematian korban dalam tragedi penemuan mayat di Sleman ini adalah keracunan gas karbon monoksida. Hal ini disebabkan korban berada di dalam ruang tertutup terlalu lama. Selain itu, polisi juga menemukan sejumlah barang berharga yang masih utuh di dalam mobil, seperti jam tangan Fossil, ponsel pintar Samsung, hingga tas pinggang merk Everbest.
Imbauan dari Kepolisian untuk Warga
Keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian pahit ini sebagai sebuah musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi. Selanjutnya, jenazah langsung dibawa pulang ke kampung halamannya di Jepara untuk dimakamkan oleh kerabat.
Menanggapi kasus penemuan mayat di Sleman tersebut, jajaran Polsek Depok Timur mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya. Terutama, jika melihat ada kendaraan roda empat yang terparkir lama di area publik atau pinggir jalan. Kesadaran warga untuk segera melapor ke pihak berwajib sangat diharapkan demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.








