Universitas Gadjah Mada (UGM) memiliki rekam jejak gemilang dalam mencetak pengusaha besar di Indonesia. Banyak pendiri perusahaan alumni UGM yang sukses menciptakan merek legendaris nasional. Oleh karena itu, kiprah mereka membuktikan kualitas pendidikan lokal yang mampu mencetak perintis bisnis murni.
Daftar 9 Tokoh Pendiri Bisnis Skala Nasional dari UGM
1. Jakob Oetama (Kompas Gramedia)
Di bidang media dan literasi, Jakob Oetama merupakan alumnus terkemuka dari jurusan Publisistik (sekarang Ilmu Komunikasi) Fisipol UGM. Bersama rekannya, ia mendirikan harian Kompas yang kemudian berkembang menjadi raksasa media Kompas Gramedia Group.
Melalui filosofi ‘Jurnalisme Makna’ yang ia kembangkan, sosok doktor kehormatan dari UGM ini tidak hanya membangun bisnis media terbesar, tetapi juga menjadi penjaga pilar demokrasi dan kecerdasan bangsa di Indonesia.
2. Tirto Utomo (AQUA)
Tirto Utomo merupakan tokoh pelopor industri air minum dalam kemasan di Indonesia yang memiliki rekam jejak pendidikan unik; ia tercatat pernah menempuh studi di Fakultas Hukum UGM cabang Surabaya. Kampus tempatnya belajar tersebut merupakan cikal bakal Universitas Airlangga (Unair) sebelum akhirnya resmi memisahkan diri dari UGM pada tahun 1955.
Berbekal pengalaman dan keberaniannya, Tirto Utomo mendirikan merek AQUA pada tahun 1973 sebuah langkah visioner yang berhasil mengubah cara pandang serta kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi air minum yang bersih dan praktis.
3. dr. Fredi Setyawan (Natasha Skincare)
Selanjutnya, dr. Fredi Setyawan adalah alumnus Fakultas Kedokteran UGM angkatan 1982. Ia mendirikan klinik kecantikan Natasha Skin Care pada tahun 1999 bermodalkan racikan krim untuk sang istri. Kini, usahanya sukses berekspansi dengan memiliki ratusan cabang hingga ke negara tetangga.
4. dr. Gideon Hartono (Apotek K-24)
Tokoh medis berikutnya adalah dr. Gideon Hartono, alumnus Fakultas Kedokteran UGM yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Tergerak oleh kesulitan masyarakat dalam mendapatkan obat pada malam hari, ia mendirikan jaringan Apotek K-24. Kini, inovasinya tersebut telah berkembang menjadi apotek waralaba terbesar di Indonesia yang beroperasi penuh selama 24 jam untuk melayani kesehatan warga di seluruh penjuru nusantara.
5. Purdi E. Chandra (Primagama)
Selanjutnya, Purdi E. Chandra muncul sebagai tokoh pendidikan yang sangat ikonik melalui keputusannya yang berani. Pada tahun 1982, ia memilih meninggalkan bangku kuliah di UGM demi mendirikan bimbingan belajar Primagama. Langkah ‘nekat’ tersebut terbukti jitu, hingga akhirnya Primagama berhasil memegang rekor MURI sebagai lembaga bimbingan belajar terbesar di Indonesia.
6. Bambang Ismawan (Bina Swadaya)
Selain itu, Bambang Ismawan merupakan lulusan Ekonomi Pertanian UGM yang memiliki kepedulian besar terhadap pemberdayaan masyarakat desa. Ia sukses merintis Yayasan Bina Swadaya dan menerbitkan Majalah Trubus, yang hingga kini menjadi rujukan utama sektor agribisnis. Atas kontribusinya, ia diakui secara luas sebagai tokoh pelopor kewirausahaan sosial di Indonesia.
7. Prof. M. Suyanto (Universitas AMIKOM)
Lalu, Prof. M. Suyanto adalah figur akademisi sekaligus alumnus UGM yang memiliki pandangan jauh ke depan. Pada tahun 1994, ia mendirikan lembaga yang kini dikenal sebagai Universitas AMIKOM Yogyakarta. Di bawah kepemimpinannya, institusi ini berkembang pesat sebagai pusat keunggulan di bidang teknologi informasi dan ekonomi kreatif di Indonesia.
8. Aliuyanto (Solaria)
Dari sektor kuliner modern, terdapat nama Aliuyanto, alumnus Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM angkatan 1985. Berbekal pengalaman kerja di perusahaan swasta dan ketajaman insting bisnisnya, ia mendirikan gerai Solaria pertama pada tahun 1991. Kini, restoran keluarga tersebut telah menjelma menjadi salah satu jaringan ritel makanan lokal terbesar yang gerainya tersebar di hampir seluruh pusat perbelanjaan di Indonesia.
9. Yoyok Hery Wahyono (Waroeng SS)
Terakhir, Yoyok Hery Wahyono hadir mewakili semangat kewirausahaan dari Teknik Kimia UGM di industri kuliner nusantara. Meski memilih tidak menyelesaikan studinya demi fokus berbisnis, ia sukses membangun Waroeng Spesial Sambal (SS) dari sebuah warung tenda sederhana di Yogyakarta. Kini, jaringan bisnis kulinernya telah berkembang sangat pesat hingga menyerap ribuan tenaga kerja di berbagai daerah.
Kesimpulan Pelajaran Bisnis dari Para Tokoh
Keberhasilan para perintis besar ini tentu memberikan pelajaran yang sangat berharga. Kejelian melihat celah pasar adalah kunci utama para pendiri perusahaan alumni UGM ini dalam membangun bisnis berskala raksasa. Selain itu, mental pantang menyerah dan keberanian melawan arus sangat layak menjadi teladan tangguh bagi generasi muda.








