Aksi kekerasan jalanan kembali meresahkan warga di wilayah Sleman, Yogyakarta. Seorang mahasiswa asal Jambi berinisial DHA (21) menjadi korban dugaan penganiayaan di Jalan Godean Km 9,5, Senuko, Sidoagung, pada Minggu (5/4/2026) dini hari. Pihak Polsek Godean langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan insiden tersebut.
Peristiwa bermula sekitar pukul 03.00 WIB ketika korban sedang melintas di kawasan tersebut. Saat itu, korban berboncengan tiga menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwarna putih bersama dua rekannya, MIAV (21) dan MAAP (21). Namun, setibanya di depan Rumah Makan Baleroso, kendaraan korban disalip oleh terduga pelaku yang berujung pada aksi saling tatap yang memicu ketegangan.
Pengejaran dan Serangan Senjata Tajam
Situasi semakin memanas ketika rombongan pelaku berputar arah di pertigaan Bapas. Mereka secara sengaja menyeret sebuah benda di atas aspal hingga memunculkan percikan api untuk mengintimidasi korban. Oleh karena itu, ketiga mahasiswa tersebut panik dan memutuskan berhenti darurat di depan sebuah lapak penjual bambu.
Dua rekan korban segera melarikan diri ke arah tempat pemotongan ayam demi menyelamatkan nyawa mereka dari kejaran pelaku. Sementara itu, korban DHA yang posisinya tertinggal di dekat sepeda motor langsung dikepung oleh rombongan tersebut. Salah satu pelaku kemudian melancarkan aksi penganiayaan di Jalan Godean ini menggunakan senjata tajam berjenis celurit.
Kondisi Korban dan Langkah Kepolisian
Korban sempat berusaha sekuat tenaga menangkis serangan mendadak tersebut menggunakan tangan kosong. Akibatnya, pemuda malang ini menderita tiga luka sabetan di bagian tangan kiri dan satu luka di punggungnya. Rombongan pelaku yang diperkirakan menggunakan tujuh sepeda motor dan satu mobil pikap itu segera melarikan diri meninggalkan korban.
Selanjutnya, korban langsung dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk mendapatkan penanganan medis dan kini menjalani rawat jalan. Selain itu, jajaran kepolisian saat ini tengah meminta keterangan dari para saksi dan korban. Petugas juga intensif menyisir rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengungkap dalang di balik peristiwa penganiayaan di Jalan Godean tersebut.








