Langkah nyata pengabdian kembali ditunjukkan oleh Universitas Gadjah Mada. Kali ini, Tim KKN-PPM UGM Sinergi Banjaran menginisiasi program Sekolah Sehat Masyarakat di Kabupaten Bandung.

Program ini berlangsung di Desa Banjaran Wetan dan Ciapus. Namun, fokus utamanya adalah menguatkan sektor kesehatan warga lokal secara menyeluruh.

Kegiatan KKN UGM di Banjaran ini hadir untuk meningkatkan literasi kesehatan. Selain itu, tim juga memantau kondisi fisik warga secara langsung.

Target penerima manfaat program mencakup berbagai kelompok usia. Oleh karena itu, sasaran program dimulai dari balita, dewasa, hingga lansia.

Menjangkau Berbagai Usia Selama 50 Hari Pengabdian

Selama 50 hari pengabdian, tim menerapkan alur intervensi yang sistematis. Sementara itu, setiap tahapan dirancang agar dampaknya terasa nyata.

Rangkaian acara diawali dengan skrining awal kesehatan warga. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi interaktif dan edukasi promotif.

Di sisi lain, sesi akhir ditutup dengan skrining penutup. Langkah ini bertujuan untuk mengukur peningkatan kualitas kesehatan masyarakat pasca-intervensi.

Intervensi Kesehatan Komprehensif di Lapangan

Koordinator Klaster Medika KKN UGM Sinergi Banjaran, Kiran, memaparkan rincian agenda di lapangan. Sesi pemeriksaan fisik dilakukan cukup mendalam.

“Untuk eksekusinya, kegiatan kita cukup beragam. Pada sesi pemeriksaan kesehatan, kami melakukan cek TB dan BB serta tes GCU untuk memantau kadar glukosa, kolesterol, dan asam urat warga. Selain itu, ada juga kegiatan senam bersama dan pembagian herbal Rempah Ripah,” terang Kiran.

Selain pemeriksaan fisik, sosialisasi kesehatan juga berfokus pada topik vital. Misalnya, pencegahan anemia, penanganan stunting, edukasi MP-ASI, serta pemeliharaan sanitasi lingkungan.

Kolaborasi Strategis Demi Dampak Jangka Panjang

Keberhasilan program ini tak lepas dari sinergi yang harmonis. Oleh karena itu, mahasiswa terus berkolaborasi dengan perangkat desa dan warga setempat.

Selain itu, dukungan PT Pupuk Kujang sebagai mitra strategis turut memperkuat kesuksesan program KKN UGM di Banjaran. Kemitraan ini menjadi kunci utama kelancaran seluruh rangkaian acara.

Oleh karena itu, kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sementara. Di sisi lain, program ini diharapkan mampu menjadi pemantik kebiasaan hidup sehat. Dampaknya tentu harus jangka panjang dan berkelanjutan bagi warga Desa Banjaran Wetan serta Ciapus.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.