Kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta ternyata menyimpan jejak sejarah geologi yang luar biasa sejak puluhan juta tahun silam. Salah satu bukti otentiknya dapat ditemukan melalui keberadaan Lava Bantal Berbah di Kabupaten Sleman. Baru-baru ini, akun edukasi kebencanaan membagikan rupa detail sampel batuan purba tersebut.

Jejak Sejarah Jutaan Tahun di Sleman

Melansir informasi dari akun Twitter @infomitigasi, batuan basalt yang ditemukan di Berbah ini bukanlah batu sembarangan. Bebatuan tersebut terbentuk pada periode oligo-miosen yang terjadi sekitar 16 hingga 36 juta tahun lalu. Oleh karena itu, batuan ini menjadi saksi bisu perubahan bentuk bumi di daratan Yogyakarta.

Bentuknya yang menyerupai tumpukan bantal merupakan hasil dari proses pendinginan alam yang sangat ekstrem. Pada masa lampau, wilayah tersebut diperkirakan masih berupa dasar laut. Saat magma panas keluar dan langsung bersentuhan dengan air laut yang dingin, permukaannya membeku dengan cepat.

Kandungan Magnetit yang Memikat

Selain usianya yang fantastis, sampel batuan dari Lava Bantal Berbah ini juga memiliki karakteristik yang sangat unik. Batuan basalt ini diketahui mengandung senyawa besi, sehingga bisa memberikan reaksi tarik-menarik. Namun, tidak sembarang besi yang terkandung di dalamnya.

Tarikan magnet tersebut berasal dari butiran-butiran halus magnetit yang mengkristal sempurna. Proses kristalisasi ini terjadi secara perlahan saat lava mendingin di dasar samudra jutaan tahun lalu. Sementara itu, kandungan inilah yang membuat batuan tersebut mampu bereaksi terhadap magnet atau membelokkan jarum kompas.

Bukti Geologi yang Harus Dijaga

Melihat fakta geologis yang ada, kawasan ini bukan sekadar destinasi wisata air biasa. Keberadaan Lava Bantal Berbah membuktikan bahwa dataran Yogyakarta pernah berada jauh di bawah permukaan laut. Selain itu, situs ini memberikan gambaran nyata tentang betapa dinamisnya pergerakan lempeng bumi di masa lalu.

Menjaga kelestarian bebatuan purba ini menjadi tanggung jawab bersama bagi masyarakat dan pemerintah setempat. Mengingat nilai sejarahnya yang tak ternilai, kawasan Lava Bantal Berbah adalah laboratorium alam terbuka yang patut dilestarikan.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.