Solidaritas tanpa batas kembali ditunjukkan oleh barisan pelajar di Yogyakarta. Kisah Alif siswa SMK Bantul baru-baru ini viral dan menyita perhatian publik setelah ia menerima kejutan tak terduga dari teman-teman sekelasnya. Kejadian ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap sesama kawan masih tumbuh subur di lingkungan pendidikan lokal.

Alif Rahmat Santoso, remaja berusia 18 tahun, merupakan siswa kelas 12 di SMK Muhammadiyah 1 Bantul. Ia diketahui berasal dari keluarga sederhana dan telah ditinggal wafat oleh sang ayah pada sekitar tahun 2025. Namun, keterbatasan ekonomi di rumahnya tidak menyurutkan langkah pemuda ini untuk terus menimba ilmu.

Perjuangan Menuntut Ilmu

Wakil Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Bantul, Taswanto, membenarkan realitas kehidupan yang dialami anak didiknya tersebut. Selama ini, Alif tinggal bersama kakaknya di kawasan Krapyak, Sewon. Jarak tempuh antara rumah dan sekolahnya terbilang cukup jauh, yakni mencapai sekitar 10 kilometer.

Pernah pada suatu waktu, Alif berniat pulang berjalan kaki karena sang kakak yang bekerja di Bambanglipuro sedang sibuk dan tidak bisa menjemputnya. Beruntung, seorang guru melihat kejadian tersebut dan langsung mengantarkannya pulang ke rumah. Sementara itu, di ruang kelas, ia sesekali terlihat lesu yang diduga kuat karena harus bekerja sampingan untuk bertahan hidup.

Sinergi Kebaikan Mengalir

Melihat kondisi kawan mereka yang terus berjuang keras, sejumlah siswa berinisiatif patungan membelikan sepatu baru. Momen haru penyerahan kejutan sepatu ini kemudian direkam dan diunggah ke media sosial hingga beredar luas. Oleh karena itu, kisah Alif siswa SMK Bantul ini akhirnya sampai ke telinga para alumni sekolah.

Tidak berselang lama, perhatian tambahan datang dari seorang alumni bernama Hafizh Sujana Putra Pratama yang langsung mendatangi sekolah. Pria yang kini menjadi staf anggota DPR RI tersebut menyerahkan hadiah berupa sebuah laptop untuk menunjang kegiatan belajar. Ia sangat berharap bantuan fasilitas tersebut dapat memacu Alif untuk fokus mengejar cita-cita mulianya.

Pihak pendidik di sekolah sangat mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan oleh para siswa aktif maupun alumni. Selain itu, kisah Alif siswa SMK Bantul ini diharapkan menjadi pemantik inspirasi bagi banyak pihak di luar sana. Pada akhirnya, uluran tangan untuk satu orang terdekat bisa membawa perubahan besar bagi masa depan mereka.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.