Desain penataan kawasan Kampung Mrican Jogja resmi meraih penghargaan bergengsi Ammodo Architecture Award 2025 untuk kategori Social Architecture. Proyek yang digagas oleh SHAU Architects ini membentang sepanjang 1,2 kilometer di bantaran Sungai Gajah Wong. Kawasan yang mencakup Kelurahan Mrican dan Pringwulung tersebut kini tampil dengan wajah baru yang lebih humanis dan tertata.

Pendekatan Urban Acupuncture

Tim arsitek menerapkan pendekatan urban acupuncture dalam merancang kawasan seluas 30.000 meter persegi ini. Strategi tersebut difokuskan pada intervensi titik-titik kecil yang dibangun secara bertahap. Namun, langkah ini terbukti mampu memberikan dampak perbaikan yang luas bagi lingkungan permukiman padat tersebut.

Oleh karena itu, tata ruang Kampung Mrican Jogja kini menghadirkan berbagai fungsi publik yang terintegrasi secara apik. Fasilitas yang dibangun meliputi perpustakaan mini (microlibrary), taman bermain, pos pengendali banjir, hingga pusat pengelolaan sampah. Selain itu, terdapat jaringan jembatan dan trotoar yang menghubungkan antarbagian kampung agar mobilitas warga lebih mudah.

Solusi Banjir dan Tata Ruang

Dalam proses perancangannya, tim arsitek berangkat dari persoalan utama kawasan, yakni genangan banjir yang sebelumnya bisa mencapai ketinggian dua meter. Penanganan komprehensif dilakukan dengan membersihkan sungai dan jalan dari tumpukan sampah yang tidak terkelola. Sementara itu, warga juga berbesar hati dan sepakat untuk memundurkan bangunan mereka agar memiliki jarak aman dari bantaran sungai.

Untuk mencegah longsor dan memperkuat struktur kawasan, pelat pancang (sheet piling) dipasang kokoh pada tepi sungai. Selanjutnya, dibangun jalan inspeksi selebar tiga meter yang rapi dan fungsional. Jalan inspeksi di Kampung Mrican Jogja ini menyimpan sistem drainase dan saluran limbah di bagian bawahnya, sekaligus terhubung dengan pos pengendali banjir.

Diakui di Kancah Global

Pihak penyelenggara penghargaan menilai proyek ini berhasil menunjukkan bagaimana ilmu arsitektur dapat bekerja melintasi berbagai skala pembangunan. Proses tersebut mencakup renovasi kecil di tingkat kampung hingga pembangunan infrastruktur kawasan yang krusial.

Pada akhirnya, prestasi yang diraih Kampung Mrican Jogja ini membawa pesan penting bagi tata kota masa depan. Proyek ini membuktikan bahwa penataan kawasan kumuh dapat berjalan seimbang, dengan tetap mengutamakan kelestarian lingkungan dan kebutuhan dasar masyarakat setempat.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.