Kabar menyejukkan datang dari Kapanewon Panggang menjelang bulan suci tahun ini. Komunitas Jemaah Aolia Gunungkidul secara resmi memutuskan untuk menyamakan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah dengan ketetapan pemerintah.
Keputusan ini menjadi sorotan karena berbeda dengan kebiasaan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, jemaah pimpinan KH Ibnu Hajar Pranolo atau Mbah Benu ini melaksanakan puasa lebih awal, bahkan kadang berselisih hingga lima hari dari jadwal nasional.
Instruksi Langsung Mbah Benu
Perubahan sikap ini dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga. Putra kelima Mbah Benu, Daud, menyampaikan bahwa tahun ini tidak akan ada perbedaan waktu pelaksanaan ibadah antara jemaah dengan masyarakat umum.
Menurut Daud, instruksi tersebut datang langsung dari sang ayah. Mbah Benu memberikan dawuh atau perintah tegas agar seluruh santri dan pengikutnya nderek (mengikuti) keputusan pemerintah.
Oleh karena itu, seluruh pengikut Jemaah Aolia Gunungkidul, baik yang berada di Yogyakarta maupun luar daerah, diminta bersabar. Mereka diwajibkan menunggu hasil resmi Sidang Isbat yang akan digelar Kementerian Agama.
Lebih Adaptif Dibanding Tahun Lalu
Langkah ini menunjukkan pergeseran pendekatan yang signifikan dari tradisi sebelumnya. Pasalnya, Jemaah Aolia Gunungkidul sempat viral pada 2024 lalu karena metode penetapan waktu ibadah yang dinilai kontroversial dan berdasarkan keyakinan spiritual pribadi.
Namun, situasi jelang Ramadan 2026 ini terasa lebih cair dan adaptif. Meskipun metode spiritual tetap menjadi pegangan internal, hasil akhirnya tahun ini selaras dengan metode hisab dan rukyat pemerintah. Hal ini diharapkan mampu meredam potensi perdebatan di tengah masyarakat.
Apresiasi dari Kemenag
Sementara itu, sikap kooperatif ini disambut positif oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gunungkidul. Kesamaan waktu ini dinilai sangat membantu dalam menjaga kondusivitas umat Islam di wilayah tersebut.
Dengan adanya keseragaman ini, pelaksanaan salat tarawih dan awal puasa dapat berlangsung serentak. Masyarakat kini tinggal menanti pengumuman resmi pemerintah untuk memulai ibadah di bulan suci dengan lebih tenang.









