Kabar baik datang untuk sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Fasilitas penunjang pendidikan di kampus muda mendunia ini akan semakin lengkap dengan dimulainya pembangunan Laboratorium Teknik Terpadu bernama ‘Yana Aditya Building’. Prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking telah dilaksanakan pada Jumat (30/01) di Kompleks Gedung Teknik UMY.
Pembangunan gedung ini bukan sekadar proyek fisik semata, melainkan wujud nyata kolaborasi manis antara pihak kampus dengan alumninya. Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Nasional Keluarga Alumni UMY (KAUMY) yang digelar sebulan lalu, di mana para alumni berkomitmen untuk berkontribusi balik ke almamater.
Pentingnya Hard Skill Mahasiswa
Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menyambut antusias dimulainya proyek ini. Menurutnya, keberadaan fasilitas yang mumpuni sangat krusial untuk mencetak lulusan yang kompeten. Ia menegaskan bahwa mahasiswa eksakta tidak cukup hanya duduk mendengarkan teori di dalam kelas.
Oleh karena itu, kehadiran Laboratorium Teknik Terpadu ini diharapkan mampu mendongkrak kemampuan teknis mahasiswa. Nurmandi menjelaskan bahwa tanpa laboratorium yang memadai, capaian kompetensi mahasiswa, khususnya di Fakultas Teknik, Pertanian, dan Kedokteran, tidak akan maksimal.
Fasilitas Senilai Rp15 Miliar
Gedung Yana Aditya Building ini direncanakan akan berdiri megah setinggi empat lantai. Proyek ini menelan biaya yang cukup fantastis, yakni dengan estimasi nilai pembangunan berkisar antara Rp10 hingga Rp15 miliar. Jika berjalan sesuai rencana, gedung ini ditargetkan rampung dan siap beroperasi pada tahun 2027 mendatang.
Sementara itu, Dr. Mochammad Yana Aditya, S.E., Akt., M.M., selaku donatur utama sekaligus Mantan Direktur Utama PT TransJakarta, mengungkapkan alasan emosional di balik sumbangsihnya. Baginya, gedung ini adalah simbol semangat alumni untuk ikut serta membangun masa depan adik-adik mahasiswa.
Ladang Amal Jariyah
Lebih jauh, pembangunan Laboratorium Teknik Terpadu ini juga dimaknai sebagai nilai spiritual yang mendalam. Rektor UMY menambahkan bahwa dunia pendidikan adalah ladang amal yang strategis. Selama gedung dan peralatan di dalamnya digunakan untuk menuntut ilmu, maka aliran pahala akan terus mengalir sebagai amal jariyah bagi para donatur.
Dengan adanya fasilitas baru ini, UMY semakin memantapkan langkahnya sebagai kampus unggul berbasis riset. Sinergi antara alumni dan kampus ini diharapkan terus berlanjut demi menciptakan ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan modern di Yogyakarta.





