Warga Yogyakarta beberapa hari terakhir dibuat resah oleh hembusan angin yang tidak biasa. Angin kencang terasa menderu sepanjang hari, membuat pohon tumbang di berbagai wilayah di DIY. Ternyata, fenomena ini bukan kejadian lokal biasa, melainkan dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Luana.
Penyebab utama cuaca ekstrem ini adalah badai besar yang sedang “parkir” di perairan sebelah utara Australia (Selatan Nusa Tenggara). Meskipun pusat badai berada jauh di selatan, ekor dan dampak tarikannya terasa kuat hingga ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Badai “Monster” di Selatan Berkecepatan 105 Km/Jam
Mengapa dampaknya begitu terasa di Jogja? Data meteorologi terbaru per hari ini menunjukkan kekuatan badai yang signifikan. Siklon Tropis Luana tercatat memiliki kecepatan angin maksimum hingga 105 km/jam (sekitar 56 knot) di pusatnya.
Tekanan udara di pusat badai ini turun drastis hingga 980 hPa. Kondisi tekanan rendah yang ekstrem di dekat Australia ini menciptakan efek “penyedot debu” raksasa di atmosfer. Inilah yang mengacaukan pola angin di wilayah Jawa.
Kenapa Angin Datang dari Utara (Laut Jawa)?
Banyak warga Jogja yang bingung, “Badainya di Selatan (Australia), tapi kenapa anginnya kencang dari Utara (Gunung Merapi/Laut Jawa)?”.
Jawabannya ada pada mekanisme pergerakan udara. Udara selalu bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Saat ini, Siklon Tropis Luana di selatan menarik massa udara secara masif dari arah utara.
Akibatnya, aliran angin dari Laut Jawa dipaksa bergerak cepat melintasi daratan Yogyakarta menuju pusat badai di selatan. Jadi, Jogja saat ini menjadi “jalan tol” bagi angin kencang tersebut. Inilah alasan mengapa hembusan angin terasa menusuk dari arah utara ke selatan.
Imbauan untuk Warga Jogja
Menghadapi kondisi ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Waspada Pohon Tua: Hindari memarkir kendaraan atau berteduh di bawah pohon besar yang rimbun, terutama di jalanan protokol Jogja.
- Baliho dan Reklame: Jauhi papan reklame berukuran besar yang berpotensi roboh akibat terpaan angin terus-menerus.
- Kesehatan: Angin kencang seringkali membawa debu yang lebih banyak, disarankan menggunakan masker dan jaket pelindung saat berkendara.
Fenomena tarikan angin akibat Siklon Tropis Luana ini diprediksi masih akan memengaruhi cuaca Jogja hingga badai tersebut bergerak semakin jauh ke pedalaman Samudra Hindia Barat Australia dalam 24 jam ke depan.



