Yogyakarta – Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengirimkan wakil terbaiknya ke kancah internasional. Tim Semar UGM, tim kendaraan hemat energi kebanggaan Kota Pelajar ini, tengah mematangkan persiapan untuk berlaga di ajang bergengsi Shell Eco-Marathon Asia Pacific and the Middle East 2026. Kompetisi ini rencananya akan digelar di Lusail International Circuit, Doha, Qatar.
Partisipasi ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa UGM untuk membuktikan kemampuan rekayasa teknologi mereka di tingkat dunia. Dengan semangat baru, mereka berkomitmen menghadirkan inovasi kendaraan hemat energi yang jauh lebih maju dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Prestasi dan Motivasi Tinggi
Rekam jejak tim ini memang patut diperhitungkan. Pada ajang sebelumnya, Tim Semar UGM berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet juara kedua kategori Urban Listrik dan juara ketiga kategori Prototype Listrik.
Capaian tersebut tidak lantas membuat mereka berpuas diri. Justru, prestasi itu menjadi motivasi tambahan bagi seluruh anggota tim untuk terus meningkatkan kualitas inovasi kendaraan yang akan dibawa ke Qatar nanti.
Andalkan Dua Kendaraan Unggulan
Pada seri tahun 2026 ini, Tim Semar UGM akan membawa dua unit kendaraan andalan. Pertama adalah Semar Urban Hydroz 1.2, sebuah kendaraan bertenaga hidrogen yang akan turun di kategori Urban Concept.

Sementara itu, untuk kategori Prototype, mereka menyiapkan Semar Proto 4.0 yang merupakan kendaraan bertenaga listrik. Tim menargetkan kedua mobil ini tidak hanya sekadar siap jalan, tetapi mampu memberikan peningkatan performa yang nyata dan signifikan dibanding seri sebelumnya.
Komitmen Mengharumkan Nama Bangsa
Persiapan teknis maupun mental terus digenjot oleh tim menjelang keberangkatan. General Manager Tim Semar UGM, Muhammad Ghani Prayatna, mengungkapkan bahwa tahun ini timnya membawa ambisi yang lebih besar.
“Tahun ini kami kembali datang ke Qatar dengan semangat dan ambisi yang lebih besar. Tim kami sudah mempersiapkan mobil sebaik mungkin, juga bekerja dengan disiplin dan fokus untuk meningkatkan performa kendaraan,” ujar Ghani.
Ghani menambahkan bahwa mereka siap masuk lintasan untuk memberikan hasil terbaik. Oleh karena itu, besar harapan agar upaya ini dapat memperkuat posisi Indonesia di peta kompetisi kendaraan hemat energi tingkat dunia.









