Industri kuliner di Yogyakarta terus berkembang dengan berbagai inovasi. Memasuki tahun ketiga perjalanannya, Takom 1922 Cafe & Resto menghadirkan konsep perayaan yang berbeda dan bermakna. Mengusung tema besar “Arts Beyond the Horizon”, perayaan yang digelar pada Sabtu (24/1/2026) ini menjadi ruang kolaborasi lintas bidang yang menggabungkan seni, kopi, dan kepedulian sosial dalam satu tempat.

Manajemen ingin menciptakan interaksi yang lebih dalam antara pengunjung dan ruang publik. Tidak sekadar tempat nongkrong, kafe ini ingin memposisikan tamu sebagai bagian dari proses pertukaran nilai kemanusiaan. Hal ini selaras dengan semangat Yogyakarta yang guyub dan penuh empati.

Komitmen Sosial Takom 1922 Cafe & Resto

Salah satu sorotan utama dalam rangkaian acara ini adalah program bertajuk “Pay as You Wish”. Dalam sesi spesial ini, pengunjung diberikan kebebasan penuh untuk menentukan harga segelas kopi sesuai dengan kemampuan serta kesadaran personal masing-masing.

Penting untuk dicatat bahwa konsep ini bukan sekadar strategi pemasaran. Takom 1922 Cafe & Resto mendedikasikan program ini sebagai bentuk penggalangan dana konkret. Seluruh hasil penjualan dari sesi Pay as You Wish akan disalurkan sepenuhnya kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir di wilayah Sumatera.

Langkah ini menjadi medium refleksi bagi pengunjung untuk terlibat dalam aksi kemanusiaan melalui cara yang sederhana. Pihak penyelenggara berupaya menekankan pesan bahwa empati tidak harus selalu berwujud besar, namun dapat tumbuh dari aktivitas keseharian yang sederhana, seperti menikmati secangkir kopi bersama kawan.

Kolaborasi Komunitas Kreatif

Selain aksi sosial, atmosfer perayaan ulang tahun ini semakin hidup dengan hadirnya berbagai kegiatan kompetisi dan hiburan. Beberapa agenda menarik yang digelar meliputi Latte Art & V60 Competition bagi para pecinta kopi, serta Coloring Competition yang menyasar sisi artistik visual. Tidak ketinggalan, acara juga dimeriahkan dengan gelar wicara (talkshow) inspiratif dan pertunjukan musik.

Seluruh rangkaian acara tersebut secara aktif melibatkan komunitas muda dan pelaku industri kreatif di Yogyakarta. Keterlibatan ini menegaskan posisi kafe sebagai ekosistem kolaboratif yang inklusif. Harapannya, inisiatif ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya solidaritas, di mana ruang kreatif bertransformasi menjadi tempat belajar sekaligus merespons isu-isu sosial di masyarakat.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.