Suporter PSS Sleman rupanya tidak pernah kehabisan cara untuk mengekspresikan dukungan kepada tim kebanggaan mereka. Di tengah sanksi larangan mengenakan atribut klub, mereka memilih menyiasatinya dengan kreativitas gaya berbusana. Oleh karena itu, aturan pertandingan tetap dipatuhi dengan baik tanpa harus mengurangi semangat di tribun.

Siasat Kreatif Tanpa Atribut

Pada laga melawan Persipura Jayapura di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (21/2) malam, pemandangan unik tersaji di area penonton. Suporter PSS Sleman hadir dengan mengenakan pakaian muslim seperti baju koko, sarung, gamis, hingga jubah. Mereka berangkat menuju stadion dengan tertib selepas menunaikan ibadah salat Isya dan tarawih.

Penonton pada pertandingan ini hanya diperbolehkan menempati area Tribun Timur dan Tribun Barat saja. Sementara itu, Tribun Utara dan Tribun Selatan harus ditutup selama empat pertandingan kandang sebagai bagian dari hukuman. Namun, kondisi pembatasan tersebut tidak menyurutkan niat para pendukung untuk datang langsung ke lapangan.

Tetap Solid Mengawal Tim Kebanggaan

Kehadiran massa di stadion membuktikan kesetiaan mereka meski tanpa balutan jersey maupun syal khas kebanggaan. Selain itu, aksi ini menunjukkan kedewasaan dalam merespons hukuman dari pihak penyelenggara liga. Suporter PSS Sleman sukses membuktikan bahwa dukungan total tidak selalu harus ditunjukkan melalui atribut resmi klub.

Kejadian serupa sebenarnya sudah terlihat pada pertandingan kandang sebelumnya saat menjamu Deltras Sidoarjo, Sabtu (14/2) lalu. Kala itu, para pendukung tampil berbeda dengan kompak mengenakan busana batik secara massal. Kreativitas tanpa batas ini menjadi nilai tambah serta hiburan tersendiri bagi pecinta sepak bola di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.