Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) kembali menggelar silaturahmi Gubernur dan Wakil Gubernur DIY bersama masyarakat pada Senin (30/3/2026). Acara yang berlangsung di Kompleks Kepatihan, Kota Jogja ini disambut antusiasme warga yang luar biasa. Bahkan, antrean sudah terlihat mengular sejak pagi hari meski acara baru dimulai pada pukul 10.00 WIB.

Banyak warga dari berbagai pelosok daerah yang rela datang lebih awal agar tidak kehabisan kuota masuk. Beberapa rombongan warga dari luar Kota Jogja bahkan datang secara bersama-sama dengan menyewa bus demi momen tahunan yang sangat dinantikan ini. Oleh karena itu, suasana di sekitar Kepatihan sudah sangat padat dan hidup jauh sebelum gerbang utama dibuka.

Konsep Sederhana Menggandeng UMKM Lokal

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, acara silaturahmi kali ini dikemas lebih sederhana. Pemda DIY memutuskan untuk meniadakan hidangan prasmanan mewah sebagai langkah efisiensi anggaran. Keputusan tersebut merupakan arahan langsung dari pimpinan daerah guna mengoptimalkan anggaran yang ada secara lebih bijak.

Sebagai gantinya, pihak penyelenggara menghadirkan 70 gerobak kuliner dari para pelaku UMKM lokal. Warga yang hadir dapat menikmati aneka hidangan khas seperti angkringan dan soto secara cuma-cuma. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat akar rumput secara langsung.

Aturan Ketat demi Kelancaran Acara

Pemda DIY juga menerapkan sejumlah aturan tegas bagi warga yang hadir mengingat keterbatasan waktu acara yang hanya berlangsung hingga pukul 12.00 WIB. Masyarakat dilarang keras melakukan swafoto atau mengobrol terlalu lama dengan Gubernur agar antrean di belakangnya tidak macet. Namun, panitia memastikan seluruh warga yang sudah terlanjur masuk dalam antrean tetap mendapatkan kesempatan untuk bersalaman.

Sementara itu, sebagai solusi dokumentasi, tim Humas Pemda DIY telah menyiapkan fotografer resmi yang hasilnya bisa diunduh oleh warga melalui tautan khusus. Warga juga diwajibkan berpakaian rapi, sopan, dan dilarang mengenakan sandal jepit saat memasuki area Kepatihan. Di sisi lain, panitia juga menyediakan jalur prioritas bagi penyandang disabilitas agar tetap aman dan nyaman selama acara berlangsung.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.