Tragedi kecelakaan maut di Perempatan Mlangsen, Kalurahan Palihan, Kapanewon Temon, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Insiden tabrakan keras antara rombongan motor gede (moge) Harley Davidson dan sepeda motor warga pada Minggu (1/3/2026) sore tersebut membuat satu penumpang moge meninggal dunia. Kejadian ini sangat mengejutkan warga sekitar karena benturan terjadi begitu cepat.
Kecelakaan lalu lintas ini langsung memicu kepanikan warga yang berada di lokasi kejadian. Oleh karena itu, masyarakat setempat berhamburan untuk memberikan pertolongan pertama kepada para korban sebelum pihak kepolisian dan tenaga medis tiba.
Kronologi Moge Hilang Kendali Hingga Penumpang Moge Meninggal
Awalnya, rombongan moge yang terdiri dari belasan kendaraan melaju cukup kencang dari arah timur ke barat di Jalan Wates-Purworejo. Sesampainya di lokasi kejadian, sebuah motor Jupiter MX yang ditumpangi seorang ayah dan anak sedang menyeberang dari arah selatan ke utara. Kendaraan milik warga tersebut dilaporkan sudah berada di tengah persimpangan jalan saat rombongan moge tiba.
Namun, kecepatan yang cukup tinggi membuat pengendara moge berinisial MS yang memimpin rombongan tampak kebingungan untuk menghindar. Saksi mata di lokasi kejadian, Laila, menyebutkan bahwa rombongan moge sebenarnya sempat memberikan sinyal klakson panjang. Sayangnya, upaya peringatan itu terlambat dan tabrakan hebat langsung terjadi tanpa ada tanda-tanda pengereman.
Benturan keras tersebut akhirnya membuat kedua belah pihak, baik moge maupun motor bebek, terpental jauh. Bahkan, seluruh korban terlempar hingga masuk ke dalam saluran irigasi yang berada di dekat persimpangan tersebut.
Proses Evakuasi Sebelum Penumpang Moge Meninggal di Rumah Sakit
Setelah dievakuasi dari saluran irigasi, seluruh korban langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Kendati sempat mendapatkan perawatan medis secara intensif di Rumah Sakit Rizki Amalia Temon, takdir berkata lain dan satu penumpang moge meninggal dunia. Jenazah almarhumah yang merupakan istri dari pengendara moge tersebut kemudian disucikan langsung di rumah sakit oleh tim dari Yayasan Bunga Selasih.
Sementara itu, pengendara moge berinisial MS sempat mendapat perawatan di RSUD Wates. Pengendara tersebut kemudian dirujuk ke RS JIH pada malam harinya dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Di sisi lain, dua orang korban dari pihak warga, yakni ayah dan anak pengendara motor bebek, hingga kini masih menjalani perawatan di RSUD Wates.
Sekitar pukul 20.42 WIB, jenazah almarhumah dipindahkan menggunakan mobil ambulans menuju RS JIH. Kasatlantas Polres Kulon Progo, AKP Kristiyono, menegaskan bahwa pihaknya saat ini masih terus berupaya melakukan penanganan maksimal. Selain itu, kepolisian terus mendalami keterangan saksi terkait insiden nahas ini.








