Kabar Duka dari RS UGM

Pencipta lagu legendaris mahasiswa Darah Juang, Johnsony Maharsak Lumban Tobing, tutup usia. Tokoh aktivis reformasi 1998 yang akrab disapa John Tobing meninggal dunia pada Rabu (25/2) malam. Kabar duka ini membawa kesedihan mendalam bagi kalangan aktivis dan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta.

Sempat Dirawat Akibat Stroke

Diketahui bahwa John Tobing meninggal pada pukul 20.45 WIB di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM. Sebelumnya, mendiang telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut sejak pertengahan Desember tahun lalu akibat penyakit stroke. Kabar kepergiannya pertama kali tersiar secara luas melalui akun Instagram resmi Kagama Channel.

Sementara itu, aktivis Yogyakarta, Baharuddin Kamba, turut membenarkan informasi duka tersebut. Kamba langsung meluncur ke RSA UGM setelah menerima kabar pada pukul 22.15 WIB untuk memberikan penghormatan terakhir. Oleh karena itu, rekan-rekan sesama pejuang reformasi merasa sangat kehilangan sosok inspiratif ini.

Karya Abadi Sang Aktivis 1998

Kepergian alumni Fakultas Filsafat UGM angkatan 1986 ini meninggalkan warisan berharga bagi pergerakan mahasiswa Indonesia. Lagu Darah Juang ciptaannya selalu menjadi penyemangat dalam setiap aksi demonstrasi, sejak era reformasi hingga saat ini. Kamba menegaskan bahwa meski secara fisik telah tiada, semangat dan karya mendiang tidak akan pernah padam.

Selain itu, lagu tersebut dinilai masih sangat relevan untuk menyemangati para aktivis muda yang terus berjuang menyuarakan keadilan. Karya ini menjadi bukti nyata kontribusi John Tobing dalam sejarah pergerakan demokrasi di Tanah Air.

Rencana Pemakaman di Sleman

Saat ini, jenazah almarhum disemayamkan di Rumah Duka RS Bethesda Yogyakarta setelah sebelumnya dimandikan di RSA UGM. Sangaji dari Layanan Duka GKI Adisutjito mengonfirmasi pemindahan jenazah tersebut pada Rabu malam. Tempat peristirahatan sementara ini disiapkan sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pihak keluarga.

Namun, waktu pasti prosesi pemakaman masih menunggu kesepakatan keluarga besar almarhum. Rencananya, mendiang akan dimakamkan di TPU Madurejo, Prambanan, Sleman paling lambat pada Sabtu (28/2) mendatang. Hal ini dilakukan karena pihak keluarga masih menunggu kerabat berkumpul dan adanya tradisi adat Batak yang akan dilangsungkan.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.