Upaya peningkatan layanan kesehatan rujukan di Daerah Istimewa Yogyakarta kembali mengambil langkah besar. RSUP Dr Sardjito secara resmi memulai pembangunan Central Medical Unit (CMU), sebuah gedung baru setinggi 15 lantai. Proyek strategis ini ditandai dengan peletakan batu pertama pada Selasa (8/1) yang dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Pembangunan Gedung CMU RSUP Dr Sardjito ini menelan investasi sebesar Rp917 miliar. Dana tersebut sepenuhnya berasal dari kemandirian Badan Layanan Umum (BLU) rumah sakit. Proyek ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam pelayanan medis di wilayah DIY dan sekitarnya.

Fasilitas Canggih dan Teknologi Robotik

Gedung yang berdiri di atas lahan seluas 10.000 meter persegi ini dirancang untuk mendongkrak kapasitas layanan secara signifikan. Nantinya, jumlah tempat tidur pasien diproyeksikan meningkat dari 942 unit menjadi 1.189 unit. Penambahan ini diharapkan mampu mengurai kepadatan pasien yang kerap terjadi di rumah sakit rujukan utama ini.

Selain itu, fokus utama pengembangan gedung ini terletak pada layanan kritis. Pihak rumah sakit mengalokasikan 302 tempat tidur khusus untuk perawatan intensif atau intensive care. Fasilitas ini juga akan dilengkapi dengan 30 kamar operasi modern untuk menunjang kecepatan penanganan medis.

Menariknya, dari puluhan kamar operasi tersebut, lima di antaranya akan dilengkapi teknologi robotik mutakhir. Teknologi ini memungkinkan dokter melakukan tindakan medis dengan presisi tinggi. Oleh karena itu, kehadiran Gedung CMU RSUP Dr Sardjito diprediksi akan membawa standar baru dalam dunia medis di Yogyakarta.

Komitmen Layanan untuk Pasien BPJS

Meskipun menghadirkan fasilitas mewah dan teknologi canggih, pihak manajemen memastikan bahwa aksesibilitas bagi masyarakat umum tetap menjadi prioritas. Banu Hermawan, selaku perwakilan rumah sakit, menjamin bahwa gedung baru ini terbuka lebar bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Hal ini didasari oleh fakta bahwa 98 persen pasien di RSUP Dr Sardjito merupakan pengguna BPJS Kesehatan. Dengan demikian, modernisasi fasilitas tidak akan membatasi akses warga yang membutuhkan penanganan medis serius. Kehadiran gedung ini justru ditujukan untuk memangkas antrean panjang yang selama ini menjadi kendala.

Proyek Gedung CMU RSUP Dr Sardjito ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2029. Masyarakat berharap pembangunan ini berjalan lancar sehingga kenyamanan dan kualitas layanan kesehatan di Yogyakarta semakin terjamin di masa depan.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.