Parkiran Abu Bakar Ali (sering disingkat ABA) adalah area parkir khusus yang terletak di pusat Kota Yogyakarta, tak jauh dari kawasan Malioboro. Lokasinya berada di sisi timur rel kereta api dan dikenal sebagai tempat parkir utama bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Malioboro tanpa harus membawa kendaraan ke jalan utama yang padat.

Parkiran bukan sembarang parkiran. Faktanya, TKP Abu Bakar Ali sering dijadikan tempat nongkrong muda-mudi di malam hari. Saudara atau temanmu ada yang berkuliah di Jogja? Coba tanya mereka, pernah nongkrong di ABA, nggak? Pasti pernah! Tapi sedihnya, sekarang parkiran ABA mau dibongkar dan ditutup. Kenapa? Simak alasannya di bawah ini!

Parkiran Abu Bakar Ali sudah tiga kali dilaporkan jadi tempat mesum, yang terakhir plottwist!

Parkiran Abu Bakar Ali punya tiga lantai. Nah, yang dikabarkan akan ditutup adalah lantai tiganya. Lantai 3 Abu Bakar Ali memang kerap dijadikan lokasi nongkrong oleh anak-anak muda saat malam hari. Lokasinya berada di lantai paling atas dan minim lampu penerangan sehingga sering ada laporan soal dugaan perilaku menyimpang dari pasangan muda mudi di tempat tersebut. Akhirnya, Dishub DIY memutuskan untuk menutup lantai 3 ABA untuk mengantisipasi perbuatan menyimpang di lokasi. Dishub DIY mengungkap setidaknya sudah tiga kali dilaporkan adanya sejoli mesum. Yang terakhir ini terjadi pada Rabu (20/11) sore. Dilansir dari detikjogja, katanya pelaku merupakan petugas parkir di sana yang masing-masing sudah berkeluarga!

images/tribunJogja

Isu Parkiran mau ditutup sudah ada sejak 2023

Sebelum ada isu parkiran Abu Bakar Ali mau ditutup, sempat beredar isu yang lain. Katanya Malioboro mau dijadikan kawasan semipedestrian dan zona emisi rendah karbon. Kendaraan bermotor enggak boleh lewat dan enggak ada aktivitas parkir di Abu Bakar Ali. Mengutip dari Mojok, program tersebut merupakan dukungan terhadap penetapan Sumbu Filosofi sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO.

Sejak awal memang dirancang untuk parkir sementara

Sejak awal pembangunannya, TKP Abu Bakar Ali ini memang dirancang jadi parkir sementara aja. Makanya, bangunannya dibikin knock down atau bisa dibongkar sewaktu-waktu.

“Dari dulu konsep ABA itu temporer, dari awal sementara, makanya bentuk bangunannya knock down, bangunannya didesain untuk diurai,” ungkap Sekda DIY Beny Suharsono.

Parkiran Abu Bakar Ali resmi ditutup. Yang mesum cuma berapa, yang kena se-Jogja raya!

Lantai 3 Abu Bakar Ali memang sering dijadikan tempat nongkrong muda-mudi di malam hari. Lokasinya berada di atas dan minim penerangan, cocok banget buat menikmati citylights Kota Yogya. Meski sudah dilengkapi CCTV, perilaku menyimpang dari pasangan muda-mudi alias indehoi jelas enggak terhindarkan. Sejak 23 November lalu, lantai 3 Abu Bakar Ali resmi ditutup untuk mengantisipasi tindakan menyimpang di lokasi.

Itu dia beberapa alasan TKP Abu Bakar Ali akhirnya ditutup. Suka dengan tulisan-tulisan yang memuat insight tentang landmark di Jogja? Baca juga artikel kami tentang Stadion Kridosono!

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.