Pantai Ngobaran dan Pura Segara Wukir terletak di satu lokasi yang sama, yakni Desa Kanigoro, Kec. Saptosari, Kab. Gunungkidul, DI Yogyakarta. Pemandangan pantai yang eksotis dan kental dengan nuansa spiritual Hindu membuat tempat ini dijuluki Bali of Java.
Pantai Ngobaran Dibanding Pantai Lain di Gunungkidul
Pantai-pantai di Gunungkidul emang terkenal dengan keindahan pemandangan serta tebingnya. Tapi keindahan Pantai Ngobaran beda. Melansir dari situs visitingjogja, pantai ini bahkan sering dijuluki Bali of Java, Pura Uluwatunya Jogja, atau pantai rasa Bali di Jogja. Ternyata, ini karena Pantai Ngobaran bukan pantai biasa, pantai ini memiliki pura yang menjadi pusat peribadatan umat Hindu.
Dibandingkan pantai-pantai lainnya di Gunungkidul, Pantai Ngobaran mungkin tidak setenar itu. Yang membuat pantai ini menarik adalah keberadaan Pura Segara Wukir. Pura ini merupakan satu-satunya dari 16 pura di Kabupaten Gunungkidul yang berlokasi di pinggir pantai. Akibatnya, selain mejadi tempat ibadah Pura Segara Wukir jadi lebih sering dikunjungi dengan tujuan berwisata.

Pura Segara Wukir, Satu-satunya Pura yang di Tepi Pantai
Pantai Ngobaran sebelumnya memang rutin dijadikan tempat upacara melasti (upacara penyucian diri yang dilakukan sebelum Hari Raya Nyepi). Oleh karena itu, masyarakat akhirnya mendirikan Pura Segara Wukir pada tahun 2005.
Pura Segara Wukir memiliki tiga bagian: (1) Nista mandala atau pintu masuk pura dari lingkungan luar yang berupa halaman untuk kegiatan pementasan dan upacara keagamaan. (2) Madya mandala atau bagian tengah pura, bagian ini merupakan batasan wisatawan saat mengunjungi pura. (3) Utama mandala atau tempat umat hindu melakukan ibadah.
Selain menjadi tempat peribadatan, upacara piodalan atau ulang tahun pura juga diadakan dengan meriah. Hampir setiap tahunnya, umat Hindu dari berbagai daerah di Gunungkidul datang ke Pura Segara Wukir untuk mengikuti upacara piodalan atau wedalan, termasuk penduduk Padukuhan Kaliwaru yang dikenal sebagai Kampung Hindunya Jogja!

Bali of Java: Wisata Pantai Eksotis dan Potret Peradaban Hindu
Konon, asal muasal nama Ngobaran juga tak luput dari pengaruh agama Hindu, yakni Raja Brawijaya V yang melakukan ritual muksa, yaitu pembakaran diri. Kobaran api dari ritual tersebutlah yang menjadi asal nama “Ngobaran” untuk pantai ini. Sementara itu, Segara Wukir berasal dari segara yang artinya laut dan wukir yang berarti gunung.
Terlepas dari wisata religinya, Pantai Ngobaran sendiri menyuguhkan pemandangan yang luar biasa keren. Dari latar belakang tebing atau lautan, bangunan pura, hingga pesisir pantai dengan batuan karang. Karena ombaknya cukup kencang, wisatawan tidak disarankan untuk berenang di Pantai Ngobaran.
Kuliner laut dari Pantai Ngobaran juga nggak kalah enak. Sebut saja landak laut atau sea urchin, yang kalau di restoran, landak laut ini dihargai mahal. Di Pantai Ngobaran, landak laut goreng yang gurih sudah bisa dinikmati mulai dari Rp10.000 saja!
Muslim nggak perlu khawatir karena selain Pura, di sini juga masih ada masjid kok. Uniknya, masjid ini justru menghadap laut, bukan menghadap barat seperti masjid pada umumnya. Namun, jika pengunjung ingin beribadah di sini, sudah diberikan arah kiblat yang benar.
Mau berkunjung ke Bali of Java? Pantai Ngobaran terletak di Desa Kanigoro, Saptosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta. 65 km dari pusat kota. Eits, tenang saja. Saat ini sudah cukup banyak penanda arah untuk menuju ke sana sehingga pengunjung tak perlu kebingungan.
Klik di sini untuk Makin Tahu Indonesia
BACA JUGA: Embung Batara Sriten: Keindahan Telaga di Jogja Lantai Tiga
Jogja Vibes membuka ruang bagi siapa saja yang ingin karyanya dimuat dan dibaca lebih luas. Jika kamu punya tulisan tentang Jogja, dari budaya, kuliner, tempat tersembunyi, hingga event dan konser, daftarkan dirimu sebagai kontributor dan kirimkan naskahmu melalui tautan ini, ya!










