Sebanyak 1.870 pedagang warung makan Indomie (Warmindo) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti program mudik gratis Warmindo Jogja. Pemberangkatan massal ini dilakukan dari Stadion Mandala Krida pada Senin pagi. Acara pelepasan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, serta Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.
Kontribusi Nyata untuk Ekonomi Lokal
Kehadiran para pedagang perantau ini dinilai memiliki peran penting bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, KGPAA Paku Alam X berharap perjalanan para peserta mudik berjalan lancar agar segera berkumpul dengan keluarga. Ia menyebut bahwa pengelola Warmindo telah menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika kehidupan masyarakat di Yogyakarta.
Selain itu, Paku Alam X menambahkan bahwa Warmindo tidak sekadar menyediakan kuliner terjangkau bagi mahasiswa dan pekerja. Namun, usaha ini juga dinilai turut menggerakkan roda ekonomi rakyat di berbagai sudut kota hingga pasar tradisional.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, memberikan pandangan serupa terkait fenomena perantau tersebut. Banyaknya pedagang asal Jawa Barat menunjukkan bahwa Yogyakarta mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat dari provinsi lain.
Peningkatan Kuota Mudik Gratis Warmindo Jogja
Tingginya antusiasme masyarakat membuat pihak penyelenggara menambah armada keberangkatan pada tahun ini. Kepala Cabang Indofood CBP Divisi Noodle Semarang, Devie Permana, turun langsung untuk memastikan kelancaran mudik gratis Warmindo Jogja tersebut.
Jumlah bus yang diberangkatkan dari wilayah Yogyakarta mengalami peningkatan dari 32 armada menjadi 34 armada. Devie menjelaskan bahwa ribuan peserta ini mayoritas diberangkatkan menuju sejumlah kabupaten di Jawa Barat. Destinasi utama rombongan pemudik ini meliputi Kuningan, Sumedang, dan Tasikmalaya.
Secara nasional, program tahunan ini sukses memberangkatkan sekitar 11 ribu pedagang menggunakan 194 bus. Wilayah Jawa Tengah dan DIY menyumbang jumlah peserta yang cukup masif, dengan konsentrasi keberangkatan paling banyak berada di Yogyakarta.








