Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan kerja ke kawasan Teras Malioboro dan Pasar Beringharjo, Kota Jogja. Kunjungan pada Selasa siang tersebut turut didampingi oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta jajaran Forkopimda. Kehadiran pejabat negara ini sontak menarik perhatian warga dan wisatawan yang sedang berada di kawasan wisata budaya tersebut.

Setelah berbincang santai di ruang Cendrawasih Teras Malioboro, rombongan langsung berkeliling melihat berbagai produk UMKM. Pada kesempatan ini, Menkeu Purbaya belanja batik dan beberapa jenis pakaian lain. Ia bahkan menyempatkan diri membeli kaos oblong serta pakaian berbahan lurik dari para pedagang lokal.

Alasan Menkeu Borong Baju Baru

Rombongan kemudian menyeberang menuju Pasar Beringharjo yang letaknya tak jauh dari lokasi pertama. Di sentra perbelanjaan ikonik ini, Purbaya kembali memilih sejumlah kain tradisional Nusantara. Momen Menkeu Purbaya belanja batik ini ternyata didasari oleh komentar warganet di media sosial.

Purbaya berseloroh bahwa warganet sering meledeknya karena dinilai selalu memakai batik berwarna biru. Oleh karena itu, ia sengaja mencari warna lain agar penampilannya terlihat berbeda dan lebih berwibawa. Ia akhirnya memilih kain berwarna cokelat hitam untuk menambah koleksi pribadinya.

Selain itu, sang menteri juga membelikan sepotong baju khusus untuk istrinya. Purbaya mengakui bahwa harga pakaian di Jogja jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan di Jakarta. Sementara itu, kualitas yang ditawarkan perajin lokal tetap sangat bersaing.

Pedagang Raup Untung Jutaan Rupiah

Kehadiran Purbaya membawa berkah tersendiri bagi Eka Setiarini, salah satu pedagang pakaian di Pasar Beringharjo. Aktivitas Menkeu Purbaya belanja batik di lapaknya menghasilkan transaksi dagang yang cukup besar. Eka menyebutkan total belanjaan menteri tersebut mencapai nominal sekitar Rp10 juta.

Lebih lanjut, Eka merinci bahwa barang termahal yang dibeli adalah sepasang kain batik sarimbit sutra seharga Rp4,9 juta. Namun, Purbaya juga memborong lima lembar kain katun motif khas Jogja dan satu kain motif Solo. Harga lembaran kain katun tersebut bervariasi antara satu hingga empat juta rupiah per potongnya.

Momen ini menjadi wujud dukungan langsung pejabat pemerintah terhadap pergerakan ekonomi mikro, khususnya pelaku UMKM di Jogja. Kunjungan kenegaraan sekaligus wisata belanja tersebut kemudian ditutup dengan perjalanan rombongan menaiki Jogja Heritage Track.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.