Tiga pusat perbelanjaan besar di Daerah Istimewa Yogyakarta sepakat mengambil langkah serentak. Mall Jogja tiadakan kembang api pada perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati terhadap masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia yang terdampak bencana alam, khususnya di Sumatera.

Keputusan tersebut diumumkan oleh manajemen Plaza Ambarrukmo, Sleman City Hall, dan Jogja City Mall. Ketiganya menilai bahwa pergantian tahun kali ini lebih tepat dimaknai dengan kepedulian sosial. Oleh karena itu, perayaan dirancang tanpa pertunjukan kembang api.

Empati Jadi Dasar Keputusan

Manajemen Plaza Ambarrukmo menyampaikan bahwa pembatalan kembang api merupakan bentuk solidaritas terhadap sesama. Selain itu, keputusan ini diambil untuk menghormati masyarakat yang tengah berduka. Meski demikian, Plaza Ambarrukmo tetap menggelar 2026 New Year’s Eve Celebration.

Rangkaian acara tersebut diisi dengan festival kuliner, pertunjukan musik, dan instalasi cahaya artistik. Seluruh agenda disiapkan tanpa unsur pesta kembang api. Dengan demikian, pengunjung tetap dapat menikmati malam tahun baru secara bermakna.

Langkah serupa juga diambil Sleman City Hall. Manajemen meniadakan kembang api pada 31 Desember 2025. Sementara itu, pengelola tetap menghadirkan hiburan yang bersifat inklusif dan ramah keluarga. Pengunjung diajak menjadikan malam tahun baru sebagai momen kebersamaan dan doa bersama.

Jogja City Mall Ajak Refleksi

Jogja City Mall turut membatalkan pesta kembang api dalam rangkaian acara Jocuphoria #3. Selanjutnya, manajemen mengajak masyarakat Yogyakarta untuk melakukan refleksi di malam pergantian tahun. Acara tetap berlangsung dengan konsep hiburan yang lebih sederhana.

Keputusan kolektif ini mendapat perhatian publik. Banyak pihak menilai kebijakan mall Jogja tiadakan kembang apisebagai bentuk kepedulian sosial di tengah euforia perayaan tahun baru. Oleh karena itu, langkah ini dianggap relevan dengan kondisi nasional saat ini.

Sebagai penutup, kebijakan mall Jogja tiadakan kembang api pada Tahun Baru 2026 menunjukkan bahwa perayaan tidak selalu harus meriah. Namun, momen tersebut dapat dimaknai sebagai ruang solidaritas dan kemanusiaan.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.