Sebuah unggahan berisi keluhan mengenai gaji karyawan studio animasi di Yogyakarta mendadak viral di media sosial. Curhatan anonim yang diunggah melalui akun Merapi Uncover tersebut mengungkap kondisi memprihatinkan yang dialami oleh ratusan pekerja. Penulis unggahan mengaku bahwa hak-hak mereka belum dipenuhi secara utuh oleh pihak perusahaan yang bernaung di bawah yayasan sebuah universitas swasta ternama.

Berdasarkan keterangan dalam unggahan tersebut, permasalahan ini sudah berlangsung cukup lama. Sejak Januari 2025, para pekerja belum menerima pembayaran gaji dan tunjangan secara penuh. Situasi semakin pelik karena perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara bertahap kepada sekitar 100 karyawan lebih. Padahal, banyak dari mereka yang telah mengabdi selama lebih dari satu dekade.

Kondisi ekonomi para karyawan kini berada di ujung tanduk. Tanpa kepastian pendapatan, banyak eks karyawan yang mengaku mulai terlilit utang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga mereka. Pengunggah menyebutkan bahwa hak mereka saat ini hanya berupa catatan utang gaji dan pesangon. Nominal tunggakan tersebut bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah per orang, namun tanpa kejelasan waktu pembayaran.

Upaya Mediasi Belum Membuahkan Hasil

Para karyawan sebenarnya tidak tinggal diam menghadapi masalah gaji karyawan studio animasi yang macet ini. Berbagai upaya internal maupun eksternal telah ditempuh untuk menuntut hak mereka. Menurut pengakuan pengunggah, mereka telah mencoba melaporkan kasus ini ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat. Selain itu, dialog dengan pihak rektorat universitas dan pengurus yayasan juga telah dilakukan.

Namun, upaya tersebut tampaknya belum menemui titik terang. Respon yang diterima sejauh ini dinilai hanya sebatas janji tanpa realisasi konkret. Alasan klasik mengenai ketiadaan dana menjadi jawaban yang sering diterima oleh para karyawan ketika menagih hak mereka. Hal ini tentu menambah rasa frustrasi para pekerja yang mayoritas merupakan alumni dari kampus tersebut.

Oleh karena itu, para karyawan akhirnya memilih untuk menyuarakan keresahan mereka ke ruang publik. Harapannya, viralnya kasus ini dapat menjadi tekanan sosial agar pihak manajemen segera menyelesaikan kewajiban mereka. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak universitas maupun manajemen studio terkait.

Ironi Pembangunan Kampus Baru

Di tengah kemelut gaji karyawan studio animasi yang tak kunjung usai, terdapat sebuah ironi yang disoroti oleh para pekerja. Pengunggah menyayangkan sikap yayasan yang mengaku tidak memiliki dana untuk membayar gaji dan pesangon, namun di sisi lain justru sedang gencar melakukan pembangunan. Disebutkan bahwa pihak universitas tengah membangun kampus baru di daerah berinisial M.

Kontradiksi antara klaim kesulitan finansial dan aktivitas ekspansi fisik ini memicu kekecewaan mendalam. Bagi para karyawan, pembangunan gedung baru di saat hak dasar pekerja terabaikan terasa sangat menyakitkan. Mereka berharap hati nurani para pengambil keputusan dapat tergerak untuk memprioritaskan penyelesaian hak karyawan yang telah berjasa membesarkan nama institusi.

Sementara itu, dukungan warganet terus mengalir di kolom komentar unggahan viral tersebut. Banyak pihak mendesak agar kasus ketenagakerjaan ini segera diselesaikan secara adil dan transparan demi keberlangsungan hidup ratusan keluarga yang terdampak.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.