Kabar mengenai isu begal Playen yang sempat menghebohkan warga Gunungkidul dan viral di media sosial akhirnya menemukan titik terang. Narasi yang beredar menyebutkan adanya aksi pembegalan, namun fakta di lapangan menunjukkan kejadian yang jauh berbeda.
Pihak kepolisian dari Polsek Playen bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam untuk meluruskan informasi tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran petugas, peristiwa yang terjadi bukanlah pembegalan seperti yang ramai diperbincangkan netizen.
Fakta Kejadian di Hutan Gubug Rubuh
Korban dalam peristiwa ini adalah seorang lansia berinisial Bu SM, warga Padukuhan Ngunut Lor, Kalurahan Ngunut, Kapanewon Playen. Kejadian bermula pada Jumat (30/01/2026) di kawasan RPH Hutan Gubug Rubuh, Kalurahan Getas.
Setelah mendatangi korban dan lokasi kejadian, polisi menemukan bukti yang mengarah pada tindak pidana lain. Kasus ini ternyata merupakan dugaan percobaan kekerasan seksual atau pemerkosaan terhadap korban.
Temuan ini tentu mengubah persepsi masyarakat yang sebelumnya termakan isu begal Playen. Kasus ini dinilai jauh lebih serius karena menyangkut keselamatan dan perlindungan terhadap kelompok rentan, yakni lansia.
Pelaku Masih di Bawah Umur
Penanganan kasus ini kini telah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gunungkidul. Langkah ini diambil karena terduga pelaku diketahui masih berstatus anak di bawah umur.
Kasi Humas Polres Gunungkidul, AKP Subarsana, mewakili Plt Kasat Reskrim Iptu Prapto Agung, membenarkan bahwa terduga pelaku sudah diamankan. Saat ini, pelaku sedang menjalani proses pemeriksaan intensif di Mapolres Gunungkidul.
“Terduga pelaku sudah berada di Polres Gunungkidul dan saat ini menjalani proses penyelidikan lebih lanjut. Perlu kami sampaikan bahwa terduga pelaku masih di bawah umur,” tegas AKP Subarsana, Minggu (01/02/2026).
Sementara itu, pihak kepolisian juga memberikan imbauan tegas kepada masyarakat. Warga diminta untuk lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial agar tidak memicu keresahan yang tidak perlu.
Selain itu, kejadian ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan. Kejahatan seksual dapat menimpa siapa saja, sehingga kepedulian lingkungan sekitar sangat dibutuhkan untuk mencegah hal serupa terulang.









