Pernah dengar istilah Jogja lantai tiga? Istilah ini biasanya diucapkan oleh warga Gunungkidul yang secara geografis memang daratannya lebih tinggi dari wilayah kota. Lantas, tahukah kamu bahwa di Jogja lantai tiga ada bendungan atau embung yang dibuat oleh manusia? Kalau belum tahu, kamu berada di halaman yang tepat! Berikut ini penjelasan tentang Embung Batara Sriten, telaga di ketinggian Jogja!
Embung Batara Sriten dan Asal-usul Penamaannya
Diilhat sekilas dari namanya, Batara Sriten terdengar seperti nama raja atau dewi-dewi dalam legenda Jawa. Kenyataannya tidak demikian, Batara Sriten adalah telaga buatan manusia. Nama Batara diambil dari Pegunungan Baturagung Utara, sedangkan Sriten diambil dari Padukuhan Sriten yang menjadi lokasi embung ini berada.
Kawasan Baturagung Utara tak jauh beda dengan kondisi Gunung Kidul pada umumnya, yakni berupa pegunungan karst tandus dan sering kali dilanda kekeringan ketika kemarau tiba. Oleh karena itu, embung ini dibangun dengan tujuan untuk menampung air hujan, sebagai solusi mencegah kelangkaan air sekaligus mengembangkan kawasan agrowisata buah di sekitarnya.
Sering Disebut Jogja Lantai Tiga, Kenapa?
Warga Gunungkidul sering menyebut embung ini sebagai Jogja lantai tiga. Tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya, embung buatan ini terletak di ketinggian sekitar 850 MDPL. Dengan ketinggian tersebut, tentu Batara Sriten menyuguhkan pemandangan Yogyakarta dan Klaten dari atas, sejuknya udara pegunungan serta panorama Puncak Tugu Magir, puncak tertinggi di Pegunungan Baturagung Utara sekaligus puncak tertinggi di Kabupaten Gunungkidul.
Embung yang Multifungsi Resmi Jadi Objek Wisata
Embung Batara Sriten ini bermacam-macam fungsinya. Tidak hanya menampung air, tetapi juga mencegah banjir, mengairi sawah dan kebun warga sekitar, hingga menjaga kualitas tanah. Meskipun awalnya difungsikan sebagai penadah cadangan air, embung ini telah diresmikan sebagai objek wisata oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X pada September 2014. Mengutip dari Travel Kompas, harga tiket masuk ke tempat ini adalah Rp10.000 per orang.
Embung Batara Sriten merupakan spot terbaik untuk menikmati lanskap pemandangan Jogja dari atas dan sejuknya udara pegunungan. Buat pengunjung yang suka olahraga, tersedia jalur paradigling, jogging, dan trekking. Bersepeda di sekitar embung juga oke banget. Bagi kenyamanan wisatawan, Embung Sriten sudah dilengkapi fasilitas berupa musala, toilet, pendopo, toko souvenir, hingga rumah makan.
Lantas, apa yang harus dipersiapkan kalau ingin ke sana? Yang paling penting tentu amunisi dan kendaraan yang memadai. Jalanan menuju Embung Sriten adalah jalanan curam dengan penerangan yang terbatas. Rem kendaraan harus dipastikan dalam keadaan optimal saat menuruni jalanan pulang. Tidak dianjurkan menggunakan kendaraan matic karena lebih mudah mengalami over heating.
Gimana? Mulai tertarik berkunjung ke Jogja lantai tiga?
Jogja Vibes membuka ruang bagi siapa saja yang ingin karyanya dimuat dan dibaca lebih luas. Jika kamu punya tulisan tentang Jogja, dari budaya, kuliner, tempat tersembunyi, hingga event dan konser, daftarkan dirimu sebagai kontributor dan kirimkan naskahmu melalui tautan ini, ya.








