Peristiwa nahas menimpa seorang anak laki-laki berinisial M.H.R.A (5) di wilayah Dusun Gamping Lor, Ambarketawang, Gamping, Sleman. Bocah tewas tertemper kereta api saat sedang menyeberang jalur rel sambil menuntun sepedanya pada Rabu (4/3/2026) sore.
Korban diketahui merupakan warga asal Kulon Progo yang menetap bersama orang tuanya di sekitar lokasi kejadian. Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 15.15 WIB ketika kondisi di sekitar perlintasan sedang relatif sepi.
Kronologi Bocah Tewas Tertemper Kereta
Kecelakaan bermula ketika KA Bandara relasi YIA–Yogyakarta melintas kencang dari arah barat menuju timur. Berdasarkan keterangan resmi petugas stasiun, masinis sebenarnya telah membunyikan klakson peringatan berulang kali saat melihat korban di lintasan.
Namun, karena jarak sudah terlalu dekat, benturan keras tidak dapat dihindari. Kereta api sempat berhenti sejenak untuk melaporkan insiden tersebut kepada petugas stasiun terdekat sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan menuju stasiun tujuan.
Sementara itu, petugas stasiun bersama sejumlah personel langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian sesaat setelah menerima laporan. Korban kemudian ditemukan tergeletak di sisi selatan rel, berjarak sekitar 10 meter dari titik awal benturan.
Evakuasi dan Imbauan Keselamatan
Mendapat laporan dari warga setempat, tim gabungan dari Polsek Gamping segera meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Petugas langsung mengamankan lokasi, mencatat keterangan para saksi, dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polresta Sleman.
Selain itu, jenazah korban selanjutnya dievakuasi oleh petugas dibantu relawan setempat. Setelah proses evakuasi selesai, korban dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Oleh karena itu, pihak kepolisian memberikan peringatan tegas kepada masyarakat yang tinggal di dekat perlintasan rel. Orang tua diimbau untuk selalu meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar kasus bocah tewas tertemper kereta tidak terulang kembali di masa mendatang.








