Delapan tahun berkarya di industri musik Pop Jawa, Helarius Daru Indrajaya alias Ndarboy Genk kembali membuat gebrakan baru. Musisi kebanggaan warga Jogja ini resmi meluncurkan karya terbaru berupa fisik yang bertajuk Album Pusakarya Ndarboy. Rilisan ini menjadi simbol dedikasi panjangnya di kancah musik tanah air.

Di era gempuran digitalisasi, merilis rekaman fisik tentu bukan hal yang mudah maupun lazim. Namun, Ndarboy berani mengambil langkah tersebut untuk memberikan kenang-kenangan bernilai sentimental bagi penggemar setianya.

Sentuhan Orkestra Megah dan Lintas Generasi

Berbeda dari karya sebelumnya, Album Pusakarya Ndarboy berisi 15 lagu andalan yang telah diaransemen ulang dengan nuansa segar. Proses penggarapannya memakan waktu sekitar satu tahun demi memastikan setiap elemen musik terdengar sempurna.

Selain itu, Ndarboy juga menggandeng musisi berbakat dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Sekolah Menengah Musik (SMM), dan AMP Orchestra. Daya tarik rekaman ini tidak hanya terletak pada balutan musik klasik yang megah. Ndarboy turut mengajak nama-nama populer seperti Happy Asmara dan Gilga Sahid untuk ikut ambil bagian.

Pelajaran Berharga dari Masa Lalu

Perjalanan karier pencipta lagu hits ini ternyata tidak selalu berjalan mulus. Saat jumpa media di JRNY Kopi akhir Januari lalu, ia menceritakan pengalaman pahit terkait hak royalti masa lalu yang tak kunjung terbayarkan.

Oleh karena itu, ia kini lebih berhati-hati dalam memilih rekanan agregator dan penerbit musik. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga sekaligus fondasi kuat bagi Ndarboy untuk terus melangkah maju.

Sementara itu, untuk mempromosikan karyanya, sebuah tur konser intim tengah dipersiapkan secara matang. Ndarboy berencana menyapa langsung para pendengarnya di berbagai daerah hingga ke luar negeri. Kehadiran Album Pusakarya Ndarboy ini membuktikan bahwa semangat seniman lokal tidak pernah padam.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.